Diperkosa,Dibunuh Dan Dibuang Dipinggir Jalan

Ini merupakan sebuah kejadian nyata, dimana seorang perempuan habis diperkosa rame - rame. Dan kejamnya setelah diperkosa perempuan tersebut dibunuh dan dibuang dipinggir jalan. Sebuah kejadian yang sangat tragis




Foto Pelecehan Seksual Di Pantai Siloso

Saat countdown party di pantai Siloso, Sentosa, Singapore, ada satu wanita mengenakan bikini (atau lingerie, belum jelas juga) dibekap oleh 4 cowok, dan secara paksa dilecehkan seperti pada gambar.





Membela Diri Dari Pelecehan Seksual, Gadis Ini Justru Dipidanakan


Ibunda  Leni, mahasiswi yang dipidanakan pacarnya, shock. Dia tidak menyangka  putri tunggalnya itu harus berurusan dengan pihak berwajib gara-gara  membela diri saat dipaksa pacarnya bercumbu.
"Leni mungkin stres  juga karena persoalan ini, tapi dia lebih kuat. Tapi ibunya sangat  shock, beliau tidak menyangka anaknya bakal mengalami seperti ini," kata  kuasa hukum Leni dari LBH Apik, Erna saat berbincang dengan detikcom,  Jumat (17/6/2011).

Erna mengatakan, selama ini sang ibunda  sendirian membesarkan Leni. Ibunya sering tidak berada di rumah karena  harus mencari uang untuk kehidupan dan pendidikan Leni. Sementara ayah  Leni telah meninggal dunia.

"Jadi ibunya selama ini kerja keras untuk kehidupan Leni dan juga untuk pendidikan Leni," kata Erna.

Leni  berurusan dengan hukum saat pacarnya, Anjas, melaporkannya ke polisi.  Anjas, seorang pria 27 tahun menuntut karena Leni telah menyiramnya  dengan air panas. Wajah Anjas sempat lecet karenanya.

Namun bukan  tanpa alasan Leni menyiram muka Anjas dengan air. Leni melakukan itu  sebagai bentuk membela diri karena saat itu, Anjas yang mendatangi  rumahnya mencoba berbuat hal yang tidak senonoh. Anjas menggerayangi  tubuh Leni.

Pemerkosa Jaycee Dugard Divonis 431 Tahun

Sungguh tragis nasib Jaycee Lee Dugard. Kala itu, 10 Juni 1991, saat berusia 11 tahun, ia diculik saat sedang menunggu bus sekolah. Setelah itu, hidupnya bagai neraka. Ia disekap di gedung tua di belakang rumah dan dipaksa menuruti nafsu bejat pelaku. Selama 18 tahun.


Ketika bebas dari cengkeraman penculik itu, Dugard sudah berusia 29 tahun. Selama disekap, ia melahirkan dua anak, yang kini berusia 13 dan 16 tahun.

Polisi pun menciduk pelaku yang ternyata pasangan Phillip Garrido dan istrinya, Nancy. Dalam persidangan pelaku, Dugard menolak datang, kesaksiannya dibacakan dengan penuh linangan air mata oleh ibunya, Terry Probyn.
"Aku memillih untuk tidak datang hari ini karena aku menolak untuk membuang waktuku, sedetik pun, ke depan Anda," kata Dugard pada pelaku, seperti dimuat Telegraph, 3 Juni 2011. "Apa yang kamu telah lakukan pada saya sangat salah, aku harap suatu hari kau akan melihatnya."

"Aku membenci setiap detik dan setiap hari selama 18 tahun itu. Kau telah mencuri hidupku dan keluargaku."

Duggard yang kini berusia 31 tahun mengatakan ia baik-baik saja dan berkata pada Phillip Garrido, "kamu tak berarti apa-apa lagi."

Hakim menghukum Garrido yang berusia 60 tahun dengan hukuman maksimal, 431 tahun. Menyebut apa yang ia lakukan sungguh bejat dan tercela.

Garrido yang pada 1976 mendapatkan pembebasan bersyarat dalam kasus pemerkosaan, mengaku bersalah atas tindakan penculikan, 13 tuduhan penyerangan seksual -- termasuk enam tuduhan perkosaan dan tujuh tuduhan melakukan tindakan cabul yang direkam di video. Sementara istrinya dihukum 36 tahun karena mengaku bersalah untuk penculikan dan pemerkosaan.

Dalam pernyataannya, Dugard juga menyebut Nancy Garrido sebagai penjahat. "Tak ada Tuhan di alam semesta yang akan memaafkan tindakan Anda." (vivanews)

Tragis, Lulus UN Diperkosa Rame - Rame

Malang nian nasib perempuan ABG, sebut saja X (18). Baru beberapa jam merayakan kelulusannya dari sebuah SMA di Polewali Mandar, Sulawesi Barat, kegadisannya direngut Randi (18), pacarnya sendiri pada Senin (16/5/2011) malam. Tragisnya, diduga Randi juga berkomplot dengan tiga rekannya untuk menggilir X.


 "Saya tidak sangka Pak, Randi yang tampak sopan dan solider itu rupanya pria bejat."
Mendapat perlakuan seperti itu, X (18) mengadukan tindak keerasan seksual yang baru saja menimpanya ke polisi. Dengan sesenggukan X mengaku dirinya telah digilir empat pemuda berandal di sebuah kebun cokelat tak jauh dari permukiman penduduk di Kecamatan Andreapi, Polewali Mandar, Senin malam.Ceritanya bermula ketika X diajak Randi jalan-jalan ke sebuah pasar malam di Polewali Mandar. Randi adalah pemuda yang baru sebulan dikenalnya. Keduanya pun membuat janji untuk bertemu di Pantai Bahari, Polewali. Dari sana Randi kemudian berjanji akan mengajak X jalan-jalan ke pasar malam di Polewali.
Sesampai di lokasi, ternyata Randi tidak masuk ke lokasi pasar malam. Kepada X Randi mengatakan ingin mengajak X ke rumah salah seorang sahabatnya. X pun tidak curiga.

Tapi, perjalanan ternyata makin jauh meninggalkan permukiman warga. Saat itulah X mulai menangkap firasat buruk. Dugaan X terbukti. Dia bukannya dibawah ke rumah temannya, melainkan digiring ke sebuah kebun cokelat. Lokasinya sekitar dua kilometer dari permukiman penduduk di Kecamatan Andreapi, Polewali. Di tempat ini X dipaksa melayani nafsu bejat Randi.

Rupanya Randi tak sendirian. Ada tiga teman lainnya, yaitu Iccang (20), Ula (23) dan Memet (21). Mereka bertiga diduga sudah menunggu sebelum kedua pasangan baru ini tiba di lokasi kejadian. Seperti sekenario cerita yang sudah direncanakan bersama, semuanya berjalan mulus.

Usai Randi melampiaskan nafsu bejatnya, ketiga rekannya tadi yang diduga sudah mengintip dari jarak dekat, tiba-tiba menyergap kedua pasangan ini. Agar sandiwaranya tidak terbongkar, Randi seolah-olah tak mengenal ketiga rekannya yang menyergap usai menodai pacar barunya dengan cara paksa. Ketiga rekan Randi seolah-olah menangkap basah Randi dan X yang berbuat mesum di tengah kebun. Tapi, bukannya melaporkan tindakan asusila ini ke polisi, ketiganya malah minta 'jatah'.

X sempat memberontak, namun apa dayanya. Ketiga pemuda itu pun dengan leluasa melampiaskan nafsu bejatnya hingga X sempat pingsan.
Sadisnya, X yang tidak berdaya malah ditinggal seorang diri di malam yang gelap gulita di kebun cokelat oleh para begundal itu. Dengan setengah sadar X kemudian berusaha berjalan tertatih-tatih mendekati permukiman penduduk sebelum akhirnya mendapat pertolongan warga setempat.

Dari kesaksian warga, X baru tahu kalau pemuda yang baru sebulan pacaran dengannya itu sengaja menyerahkan mahkotanya ke para pemuda lain dengan cara paksa.
Di hadapan polisi X menangis sesenggukan menceritakan nasib tragis yang dialaminya. X mengaku tak menyangka pemuda yang dikenalnya dermawan dan suka menolong itu ternyata pria bejat yang tega menyerahkan dirinya pada orang lain.
"Saya tidak sangka Pak, Randi yang tampak sopan dan solider itu rupanya pria bejat," ujar X kepada petugas.

X mengadu dan minta belas kasihan kepada petugas agar Randi dan tiga rekannya yang telah menyusun sandiwara jahat di depan matanya itu bisa ditangkap dan dijerat hukum. X mengaku bersumpah tak akan memamafkan. Dia mendesak polisi agar segera menangkap para pelaku karena identitas dan alamat rumah pelaku diketahui warga setempat.
Kapolsek Polewali, AKP I Wayan berjanji akan segera membekuk para tersangka. Usai menerima keterangan korban, I Wayan menyatakan telah mengerahkan sejumlah anggotanya ke beberapa lokasi yang selama ini diduga jadi tempat mangkal para pelaku.(kompas.com)

Mahasiswa Cabul Ketahuan Masuk Toilet Cewek, Bermodal Wig Dan Topeng

Seorang pria berusia 22 tahun di Bullring, Birmingham Inggris bernama Joel Hardman, menyamar menjadi manekin lengkap dengan rambut palsu dan topeng di dalam toilet wanita di pusat perbelanjaan setempat. Di sana ia mengambil foto dari bawah kaki para wanita dan merekam suaranya.


Saat kelakuannya ditemukan oleh petugas keamanan setempat, ia membela diri dengan mengatakan kalau ia memang sedikit aneh. Ia mengaku bahwa ia telah melakukan tindakannya tersebut sejak masih sekolah namun beranjak dan melakukannya di dalam mall karena menurutnya tempat tersebut lebih ramai dari sekolah.
Seperti dikutip Mail Online menceritakan bahwa Joel memang sepertinya memiliki kelainan seksual, dia merasa menikmati kegiatannya men-spy para wanita yang dilihatnya di dalam toilet sejak para wanita ganti baju juga melakukan kegiatan lainnya.

Anehnya, ia bahkan senang tertangkap basah sedang melakukan aksinya. Alasannya, mungkin itu salah satu cara agar ia berhenti bertingkah aneh. Namun tetap saja, Joel harus ikut sidang pada tanggal 10 Mei nanti.

Anak Kandung Tega Menghamili Ibunya Sendiri Di Polewali Mandar, Sulawesi Barat

Mengejukan. Seorang ibu dihamili oleh anak kandungnya sendiri. Dan perbuatan itu dilakukan atas dasar suka sama suka. Kabar menghebohkan ini terdengar dari sebuah dusun di Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Seorang ibu dengan delapan anak kini tengah hamil tujuh bulan. Dikabarkan, ayah dari bayi di dalam kandungannya itu adalah anak sulungnya sendiri.


http://1.bp.blogspot.com/-l7W_sjrxJbE/Tbn1w4qyECI/AAAAAAAAKLw/JQ30Qxf1gao/s200/ibu%2Bdihamili%2Banak%2Bkandungnya%2Bsendiri.gif
ilustrasi
Sang bapak yang merantau ke Malaysia sudah lima tahun tak memberi nafkah bagi istri dan delapan anaknya. Diduga, kondisi itu yang menjadi pemicu timbulnya perilaku seks menyimpang dari adat dan agama ini.

Semula, Rani (40 tahun) membantah kecurigaan para tetangganya. Namun, perut Rani yang terus bertambah buncit membuatnya tak bisa menyembunyikan aib keluarga. Rani semula beralasan dirinya diperkosa seorang pemuda desa. Karena telah membuat aib terhadap diri dan keluarganya, Rani mengaku membunuh sang lelaki dan menimbunnya di tengah sawah. Namun, alasan Rani tak segera meredakan kecurigaan warga dan para tetangganya.

Takut diseret ke kantor polisi karena alasan membunuh seseorang, ibu delapan anak ini kembali membuat alasan baru. Rani mengaku dirinya telah dihamili seorang pria asal Kabupaten Endrekang, Sulawesi Selatan. Saat itu Rani pun mengaku diperkosa saat bekerja sebagai buruh panen padi di Enrekang.

Warga dan aparat pemerintah desa setempat pun mendesak Rani agar pria yang telah menghamili dirinya bertanggung jawab atas janin dalam kandugannya. Alhasil, beberapa minggu kemudian Rani datang bersama seorang pria yang diklaim sebagai ayah dari anak di dalam kandungannya. Ini ditunjukkan dengan surat nikah dari KUA Enrekang lengkap dengan foto keduanya. Kecurigaan warga pun redah ketika itu.

Setelah sempat mereda lebih dari lima bulan, warga dan para tetangga Rani kembali menaruh curiga. Ini bermula dari pengakuan salah seorang anak korban yang masih berumur empat tahun. Anak korban bercerita kepada sanak tetangga jika ibunya dan Emang, kakak sulungnya, sudah lama tidur sekamar.

Cerita miring ini kembali menjadi gosip para tetangga dan warga sekampungnya. Sejumlah warga pun mendesak aparat dusun dan desa setempat untuk mengklarifikasi kabar tak sedap itu.

Setelah lama diinterogasi aparat desa secara beruntun, Rani akhinrya mengakui jika janin berumur tujuh bulan dalam kandungannya adalah perbuatan Emang, anak sulungnya. Pengakuan itu tak hanya membuat geger para tetangga. Aparat desa setempat pun seolah disambar petir mendengar penuturan Rani.

Cerita ini dituturkan kepala desa dusun setempat, Sulaeman, Rabu (28/4/2011), yang mengaku sempat panik lantaran membayangkan risiko perbuatan ibu dan anak ini kelak setelah cerita pengakuan ini tersebar luas. "Saya dan aparat desa lainnya pun bingung mencari solusinya. Ini bukan persoalan anak muda menghamili pacarnya, solusinya sederhana, tapi ini anak menghamili sang ibu," ujar Sulaeman. Penuturan mengejutkan juga diakui Emang, anak sulung yang selama ini bekerja sebagai buruh bangunan yang menopang kehidupan keluarganya.

Saat aparat desa sedang bermusyawarah mencari solusi untuk pasangan tak resmi ini, tiba-tiba Rani dan Emang menghilang dari rumah dan kampung halamannya. Rani menghilang Jumat petang lalu, sedangkan Emang meninggalkan rumah dan adik-adiknya sejak Sabtu pagi. Tujuh anak Rani yang rata-rata masih kecil kini tinggal terpencar di sejumlah sanak keluarganya yang bersedia menampungnya.

Kepala desa menduga Rani dan Emang panik dan cemas lantaran takut jadi sasaran amuk warga dan sanak tetangga yang merasa ulah keduanya telah mencemari kampung halaman mereka. Meski demikian, pengakuan Rani ini belum tentu benar. Sekalipun putra sulungnya telah mengaku, bukan tidak mungkin penyangkalan itu dilakukan Rani sama seperti dua kasus sebelumnya.
Sumber