Home » , » Cara Membuat CV (Curriculum Vitae) Yang Baik dan Benar

Cara Membuat CV (Curriculum Vitae) Yang Baik dan Benar

Dalam kesempatan kali ini taukahbahwa.blogspot.com akan menyampaikan posting tentang Cara Membuat CV (Curriculum Vitae) Yang Baik dan Benar. Semoga dengan berita Cara Membuat CV (Curriculum Vitae) Yang Baik dan Benar akan menambah wacana untuk anda pembaca setia taukahbahwa.blogspot.com

Cara Membuat CV - Daftar Riwayat hidup / CV (Curriculum Vitae) ibarat sebuah produk yang merepresentasikan kualitas, kekuatan dan potensi diri Anda. Ibarat sebuah produk, maka produk Anda juga bersaing dengan produk-produk lainnya. Laku atau tidaknya bergantung pada strategi Anda, bagaimana Anda mengemasnya dan keberuntungan. nah, bagaimana cara membuat CV yang baik dan benar ?

Dari CV Anda, pemimpin perusahaan (perekrut) dapat mengetahui potensi-potensi para calon anggotanya. CV ibarat sarana promosi diri Anda. CV ibarat cerminan diri Anda. Keseriusan, kreativitas dan kecermatan Anda dalam bekerja dapat dilihat dari CV yang Anda rancang. Berikut ini adalah langkah-langkah yang bisa Anda coba untuk membuat CV yang 'menjanjikan', langsung saja ini dia . . .


Cara Membuat CV Yang Baik dan Benar :


1. Gunakan kertas putih polos


Kertas putih polos terkesan formal, bersih, nyaman dibaca, sederhana dan menyiratkan niat suci untuk untuk bekerja. Sedangkan kertas yang terdapat 'gambar latar' terkesan kurang formal dan dapat mengurangi kenyamanan membaca. Anda dapat mencoba dengan kertas A4 80 gram atau ukuran lain sejenis.

2. Tampilan yang rapi dan indah (estetik)

Secara naluriah siapapun menyukai hal-hal yang bersifat rapi dan indah. Kerapian dapat mempermudah perekrut memahami CV Anda. Rapikan format susunan baris, kolom atau tabel sehingga terkesan rapi dan menarik.

Kerapian dapat menggambarkan seseorang yang tertib, teratur, sistematis juga kemampuan bekerja-sama dengan orang lain. Keindahan dapat menggambarkan kreativitas, ide, humanisme juga kepekaan sosial.

Cermati juga kepada siapa Anda mengajukan CV Anda. Jika Anda hendak mengajukannya kepada instansi/lembaga yang bersifat konvensional seperti instansi/lembaga pemerintahan, pendidikan atau BUMN, maka unsur kerapian bisa lebih Anda tonjolkan. Jika Anda hendak mengajukannya kepada instansi/lembaga yang bersifat bebas dan menjunjung tinggi kreativitas seperti bidang periklanan, EO ataupun penerbitan, maka Anda dapat menonjolkan unsur keindahan pada CV Anda.

3. Jenis huruf (font)

Anda dapat menggunakan satu atau dua jenis huruf (font) untuk digunakan dalam penulisan CV. Secara umum dalam CV hanya menggunakan satu jenis huruf. Anda dapat mencoba jenis huruf yang umun terdapat pada komputer-komputer seperti Arial atau Times New Roman. Anda juga dapat mem-variasikan ukuran huruf, misal dengan memperbesar ukuran huruf pada Judul. Ukuran huruf pada isi CV adalah 11 atau 12.

4. Tata bahasa, tanda baca dan ejaan

Gunakan tata bahasa formal dan gunakan kalimat efektif dalam penulisanCV Anda untuk memudahkan perekrut memahami isi CV Anda. Perhatikan juga ejaan pada CV apakah sesuai dengan EYD begitu pula jika Anda menulisCV dalam format Bahasa Inggris.

Gunakanlah tanda baca yang jelas untuk lebih memudahkan perekrut memahami kalimat yang terdapat pada kalimat dalam CV Anda seperti tanda koma, titik, titik dua, dsb. Untuk istilah asing, Anda dapat menggunakan jenis huruf miring pada kalimat Anda.

Anda dapat pula menggabungkan dua bahasa (Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris) dalam penulisan CV Anda dengan bahasa utama adalah Bahasa Indonesia. Anda dapat menambahkan bahasa asing tambahan tersebut bersebelahan ataupun tepat di bawah kalimat bahasa utama dengan membedakan formatnya, misal dengan memperkecil ukuran huruf, mencetak miring, memberi warna berbeda dan atau menambahkan tanda kurung.

5. Eksplisit

Gunakanlah penulisan kalimat dengan jelas dan detail sehingga perekrut dapat menginterprestasikan kalimat dalam CV Anda tanpa 'ambigu'. Misal dalamCV pada bagian pendidikan, Anda menuliskan Sarjana Hukum Universitas Islam Indonesia dengan tidak menambahkan kota lokasinya. Perekrut akan sedikit kesulitan dalam mengasumsikan lokasi pendidikan Anda. Maka Anda dapat menambahkan kota lokasi pendidikan Anda menjadi Sarjana Hukum Universitas Islam Indonesia - Yogyakarta misalnya.

6. Isi CV

Isilah CV Anda secara padat juga berisi. Kemungkinan besar perekrut tidak punya banyak waktu untuk menyaring semua CV yang terkirim dengan membaca secara detail/lengkap keseluruhan isi CV. Perekrut kemungkinan besar hanya membaca poin-poin penting dalam CV Anda tanpa banyak memperhatikan secara detail mengenai diri Anda secara keseluruhan, misal makanan kesukaan Anda, nama anak/istri anak Anda dan sejenisnya. IsiCV yang dapat Anda tulis antara lain :


  • Identitas diri (Nama lengkap dengan titel Anda, Tempat tanggal lahir, Alamat lengkap, Nomor telepon, Alamat email/situs jika diperlukan, Hobi, Tinggi/Berat badan jika diperlukan).
  • Riwayat pendidikan (Nama Sekolah, Tahun lulus, Jurusan, Nilai, Kota Lokasi, Pendidikan Formal dan Non-Formal).
  • Pengalaman kerja (Nama Perusahaan, Alamat Perusahaan, Bidang Usaha, Posisi Pekerjaan, Tugas Pekerjaan, Prestasi Pekerjaan dan Lama Anda Bekerja).
  • Pengalaman organisasi.
  • Prestasi/penghargaan.
  • Karya.
  • Referensi kerja (bila ada).
  • Konsistensi karir (bila posisi awal Anda bekerja adalah di bidang keuangan sehingga Anda berpindah perusahaan tetap memilih profesi di bidang keuangan).

Isi CV Anda sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan dalam rekrutmen. Karena isi CV yang tidak sesuai dengan spesifikasi kualifikasi rekrutmen akan ditinggalkan oleh perekrut.

Tulislah CV dengan jujur. Isi CV yang jujur akan lebih mudah mendapat respek terutama saat proses wawancara. Dalam proses tersebut biasanya dapat diketahui kejujuran dalam isi CV.

Dalam penulisan isi CV juga terdapat hal-hal yang sebaiknya dihindari di dalam isi CV. Di antaranya adalah : Agama (bisa diperdebatkan), Keanggotaan ormas atau partai politik tertentu, Jenis Kelamin (sebagian diperdebatkan), Permintaan gaji (bergantung pada persyaratan kualifikasi) dan Permintaan fasilitas.

7. Jumlah halaman

Isi CV biasanya tidak lebih dari dua halaman. Pada umumnya hanya satu halaman saja. Namun jika isi dari CV Anda banyak dan penting untuk ditampilkan (misal riwayat pekerjaan, pendidikan/kursus, pelatihan, penghargaan/karya), maka Anda dapat menambahkannya menjadi tiga halaman atau lebih. Berikut adalah contoh CV satu halaman yang sering saya gunakan untuk mengajukan lamaran pekerjaan :

Contoh CV - Curriculum Vitae : 


cara membuat cv

Nah, itu tadi tips dan cara membuat CV yang baik dan benar, hal-hal dan kriteria yang tercantum diatas sewajarnya diterapkan dalam curriculum vitae ( CV ) yang anda buat sehingga memungkinkan permohonan anda diterima.

Spesial thanks to : Habbie Ilma Adzim


Dapatkan berita terupdate dan unik setiap saat hanya di taukahbahwa.blogspot.com
Homepage|http://taukahbahwa.blogspot.com

Sobat baru saja membaca artikel yang berkategori Informasi / Tips dengan judul Cara Membuat CV (Curriculum Vitae) Yang Baik dan Benar. Jika sobat rasa artikel ini menarik silakan di share dengan meninggalkan URL http://taukahbahwa.blogspot.com/2013/08/cara-membuat-cv-curriculum-vitae-yang.html. Terima kasih atas kunjungannya!

0 komentar:

Poskan Komentar